Skip to content

Kala Dahayu

Beauty Blog

Menu
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan Kulit & Tubuh
  • Nutrisi & Beauty
Menu
mengangkat sel kulit mati

12 Cara Mengangkat Sel Kulit Mati di Wajah dengan Ampuh

Posted on September 24, 2026

Kulit wajah secara alami memperbarui diri dengan melepaskan sel-sel kulit lama di lapisan terluar. Namun, penelitian dermatologi menunjukkan proses ini tidak selalu berjalan mulus. Paparan sinar matahari, polusi, produksi minyak berlebih, dan bertambahnya usia dapat membuat sel kulit mati menumpuk. Akibatnya, wajah tampak kusam, tekstur terasa kasar, pori-pori mudah tersumbat, dan produk perawatan sulit terserap.

Eksfoliasi adalah cara untuk membantu mengangkat sel kulit mati tersebut. Meski begitu, eksfoliasi yang salah justru dapat membuat kulit iritasi, kemerahan, atau berjerawat. Berikut 12 cara yang dapat Anda terapkan dengan aman.

1. Kenali Jenis Kulit Terlebih Dahulu

Metode eksfoliasi yang cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain.

  • Kulit normal: tidak terasa sensitif dan cenderung nyaman.
  • Kulit kering: terasa kasar, gatal, atau mudah mengelupas.
  • Kulit berminyak: tampak mengilap dan mudah berjerawat.
  • Kulit kombinasi: kering di beberapa area, berminyak di area lain.
  • Kulit sensitif: mudah perih atau terasa panas setelah memakai produk.

Mengenali jenis kulit membantu Anda memilih produk dan frekuensi yang tepat.

2. Bersihkan Wajah Sebelum Eksfoliasi

Eksfoliasi sebaiknya dilakukan pada wajah yang sudah bersih. Cuci wajah dengan pembersih yang lembut untuk mengangkat minyak, debu, dan sisa makeup. Dengan begitu, produk eksfoliasi dapat bekerja lebih merata pada permukaan kulit.

3. Gunakan Scrub Fisik yang Lembut

Eksfoliasi fisik (mekanis) mengangkat sel kulit mati dengan bantuan butiran halus atau alat. Pilih scrub dengan butiran yang halus dan bulat, bukan yang kasar dan tajam karena dapat menimbulkan luka mikro pada kulit. Pijat perlahan dengan gerakan melingkar kecil.

4. Coba Washcloth atau Spons Wajah

Bagi pemilik kulit kering, sensitif, atau mudah berjerawat, eksfoliasi fisik yang terlalu kuat dapat terlalu keras. Waslap lembut atau spons wajah bisa menjadi alternatif yang lebih ramah. Gunakan dengan usapan pendek dan ringan, jangan digosok kuat.

5. Manfaatkan Eksfoliasi Kimia dengan AHA

Eksfoliasi kimia bekerja dengan melarutkan ikatan antar sel kulit mati, sehingga tidak perlu digosok. Alpha Hydroxy Acid (AHA), seperti asam glikolat dan asam laktat, larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit. Kandungan ini dapat membantu memperbaiki tekstur dan membuat kulit tampak lebih cerah. Asam glikolat memiliki molekul terkecil di antara AHA sehingga mudah menembus kulit, tetapi juga lebih mudah menimbulkan iritasi pada kulit sensitif. Mulailah dari konsentrasi rendah.

6. Pilih BHA untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

Beta Hydroxy Acid (BHA), contohnya asam salisilat, larut dalam minyak sehingga dapat masuk ke dalam pori-pori. Sifat ini berpotensi membantu mengurangi sumbatan pori, komedo, dan jerawat ringan. BHA umumnya lebih sesuai untuk kulit berminyak, tetapi tetap dapat mengiritasi jika dipakai berlebihan.

7. Pertimbangkan Eksfoliasi Enzim

Enzim buah seperti papain (pepaya) dan bromelain (nanas) bekerja lebih lembut dibandingkan asam. Pilihan ini dapat menjadi awal yang baik bagi kulit sensitif yang ingin mencoba eksfoliasi. Bila muncul perih, gatal, atau kemerahan, hentikan pemakaian.

8. Atur Frekuensi yang Tepat

Eksfoliasi tidak perlu dilakukan setiap hari. Sebagai patokan umum:

  • Kulit sensitif atau kering: sekitar 1 kali seminggu.
  • Kulit normal hingga berminyak: 1–3 kali seminggu, sesuai toleransi kulit.

Jika kulit terasa perih, kemerahan, atau mengelupas berlebihan, kurangi frekuensinya atau jeda dulu selama beberapa waktu.

9. Gunakan Teknik yang Lembut

Oleskan produk dengan gerakan melingkar kecil selama sekitar 30 detik, lalu bilas dengan air suam-suam kuku, bukan air panas. Air panas dapat membuat kulit lebih kering dan sensitif. Keringkan wajah dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk bersih.

10. Langsung Lembapkan Setelah Eksfoliasi

Eksfoliasi dapat membuat kulit terasa lebih kering. Oleskan pelembap segera setelahnya untuk menjaga kelembapan dan membantu melindungi skin barrier. Pilih pelembap yang tidak mengandung pewangi kuat.

11. Jangan Lupa Tabir Surya

Lapisan kulit yang baru terangkat sel matinya bisa lebih peka terhadap sinar matahari. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap pagi, dan ulangi pemakaian bila beraktivitas di luar ruangan. Tanpa perlindungan yang cukup, manfaat eksfoliasi dapat berkurang dan risiko noda gelap meningkat.

12. Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari

Tunda eksfoliasi pada kondisi berikut:

  • Ada luka terbuka, goresan, atau infeksi kulit di wajah.
  • Kulit sedang terbakar sinar matahari.
  • Sedang menggunakan produk yang membuat kulit lebih sensitif, seperti retinoid, retinol, atau benzoyl peroxide, kecuali atas anjuran dokter.

Pemilik kulit lebih gelap atau yang sering meninggalkan noda gelap setelah jerawat sebaiknya berhati-hati. Eksfoliasi yang terlalu agresif dapat memicu hiperpigmentasi.

Mengangkat sel kulit mati adalah langkah sederhana yang dapat membantu wajah tampak lebih cerah, halus, dan segar. Kuncinya ada pada kelembutan dan konsistensi. Kenali jenis kulit Anda, pilih metode yang sesuai, atur frekuensinya, lalu selalu lengkapi dengan pelembap dan tabir surya. Dengan begitu, kulit dapat memperbarui diri secara optimal tanpa terasa iritasi.

Ingat, kulit setiap orang berbeda. Mulailah dari produk dan frekuensi yang ringan, lalu perhatikan bagaimana kulit merespons. Perawatan yang sabar dan tepat biasanya memberi hasil yang lebih baik daripada eksfoliasi yang berlebihan.

Recent Posts

  • 12 Cara Mengangkat Sel Kulit Mati di Wajah dengan Ampuh
  • 15 Buah dan Sayur Terbaik untuk Menu Diet Sehat
  • 10 Tips Diet Sehat untuk Pemula agar Berat Ideal
©2026 Kala Dahayu | Design: Newspaperly WordPress Theme